Kesepian yah gitu kata Erna setelah aku menelpon dan memintanya on line di yahoo messenger.
"Iya niy na...", berceritalah aku tentang hari Minggu dan Seninku.
Sabtu Dad jatuh pingsan waktu kita beres2 rumah Deb di Stateville ( 2,5 jam dari asheville).
Waktu itu Mom, Deb and aku lagi cari akal gimana caranya tuh noda di karpet bisa gak keliatan sama calon pembeli rumah.
Dan kami emang dah siap2 mo pulang, pas dengar suara pintu dapur diketok2 mom pun bergegas ke dapur yang langsung tembus ke garasi untuk melihat Dad.
Dan Mom berlari pada kami memberi tau kalo dad jatuh pingsan. Dia meminta Deb menyiapkan es dan memintaku mengambil obat, sambil meletakan jari di mulutnya supaya kami jangan panik dan ribut.
Deb dan mom menuju dapur, dan aku menuju halaman depan untuk mengambil tas mom yang berisi obat di dalam Van. Mom terlihat tenang dan cekatan meski ku lihat kerut khawatir di wajahnya.
Mom meminta Deb menghitung waktu dan bersiap untuk menelepon 911 bila dalam hitungan 20 menit Dad belom bisa bangun. Aku membuka sepatu Dad, mengipasi dan memijatnya agar lebih dingin dan melancarkan aliran darah. Mom sibuk membasahi paper towel dengan air dingin dan meletakan botolan air dingin pada dahi kiri dan kanan Dad.
Ku lihat sudah ketiga kalinya mom meletakan pil di bawah lidah Dad pada menit 15. Mom berbisik kalu kamu sudah cukup kuat dan cukup kamu boleh coba bangkit beberapa menit lagi. coba untuk bangun 10 menit lagi yah begitu bisik mom sambil meletakan pil.
"I am ok ", kata dad sambil mencoba bangkit . Mom cuma menggelengkan kepala dan tersenyum kecut padaku. Dad memang pekerja keras dan agak keras kepala.
Untuk mengganti bajunya yg basah karena keringat aja, gak cukup Mom, Deb, adn aku yg kasih tau semua di tolak. Aku gak kehilangan akal untuk tetap usaha, sambil aku memijatnya dan bilang please dad... please do it for the baby. Klo dad gak peduli karena Mom, Deb, aku atau dirinya sendiri please ganti bajunya demi baby ulangku sambil mengulurkan kaos hitam dari Deb ke hadapan Dad. Serta merta setelah bisikan itu diapun membuka kemejanya dan akhirnya :D
Dad masih sanggup untuk menyetir setelah kejadian itu. Meski khawatir aku dan Deb melepas kepergian mereka dengan banyak pesan. Gimana gak khawatir baru jatuh pingsan gitu lho....
Deb dan aku menuju ke Asheville ditemani hujan dan kilat. Deb menginap malam Senin itu dirumah kami. Paginya setelah sarapan pancake buatanku dan steak ayam saus madu untuk makan siang kamipun meninggalkan appt. Deb pulang menuju Knoxville sementara Mike dan aku menuju dr. specialist.
Dr Ruth kan waktu itu bilang kamu ke dr specialist untuk remove dan mungkin stay one night. Tapi ternyata setelah diperiksa Dr bilang terlalu beresiko klo Fibroidnya di remove saat ini.
Dari dr ini juga di kasih tau kalo ukuran Fibroid yg berbentuk bola itu berdiameter 5 cm. bukan 7 cm seperti dr sebelumnya. Beda kali yee secara specialist.
Dr. juga gak menyaranka untuk minum antibiotic yang katanya bisa mematikan fibroid. Dia khawatir antibiotic membawa efek buruk pada aku dan bayiku.
Dia merasa kehamilanku ini sangat unik. Banyak wanita hamil yang mempunya fibroid but karena letak fibroidku dan keadaan baby membuat kasus ini begitu berbeda. Kami berdua sangat sehat . Senin 6 Juni 2005 babyku sudah berukuran 3,5 cm pdahal Rabu 1 juni baby masih 2,cm. Alhamdulillah perkembangan baby lancar dan sehat.
Fibroid bisa gugur bersamaan dengan membesarnya kandungan. Yang penting sekarang adalah menjaga aku lebih sehat dan menjauhkan aku dari bakteri. Salah satunya adalah tidak dibolehkannya aku berhubungan sex mulai I juni lalu sampai dengan 6 minggu setelah baby lahir. Sorry kata dokter, kami berdua menjawab it's Ok. Itu gak ok, berhenti melakukan hala2 yg fun da menyenangkan itu sama sekali jauh dari menyenangkan dan aku tau itu sangat berat kata dokter
Karena ini jalan terbaik puasa kami rela dok....;)
Dan kemungkinan lain klo Fibroid tidak jatuh ,sementara aku dan baby sangat sehat sampai usia kandungan cukup untukmelahirkan maka aku melahirkan lewat jalan operasi. Dan bila fibroid bisa jatuh, kami diminta menimpannya di frezer dalam kantong plastik, dan memberikan pada dr specialist. Untuk di ketahui apakah sel tumor itu mengandung kanker atau tidak. Jika ada kemungkinan kanker maka dengan sangat terpakasa rahimku diangkat. dan tidak ada lagi kemungkina aku untuk memiliki bayi dari rahimku.
Aku percaya ilmu dan teknologi kedokteran bisa meraba. Tapi aku juga Aku percaya Allah bisa memberikan Muzizat pada umatnya. Saat ini aku sebagai umat berdoa dan berusaha. Bila memang Allah mengizinkan aku untuk sehat dan memiliki keturunan aku percaya aku bisa meski jalan berliku yang harus kutempuh.
Namun bila semua rasa sakit yang aku derita ini adalah ujian, dan membuatku menjadi manusia lebih baik, aku percaya Allah maha mengetahui kalau umat ini cukup punya kekuatan untuk memikulnya.
Gak ada yang bikin aku lega selain memasrahkan diriku sepenuhnya pada Sang Maha Pencipta.
Tumor, kanker, anak, umur, jodoh rezeki, semua sudah Allah atur dengan seksama.
Insya Allah semua berjalan lancar dan seperti harapan, jikapun tidak Insya Allah Mike dan aku punya kekuatan untuk mengahadapinya bersama-sama.
Thanks banget untuk semua support dari keluarga bekasi, Keluarga disini,teman2 di Jakarta, Lucy dan Hugh di Minnosetta, Erna and family di Canada,Diah, Mas Brant dan Little Evan di Greensboro, NC, Nouke di Morehead City, NC, Lie lie di Morganton,NC, dan Bulan di Atlanta ditunggu lho kunjungannya.
Semoga aku selalu tambah kuat yah....:)
Love you all...........................